Total Tayangan Halaman
Selasa, 10 Juni 2014
Start Meditating Now!
Meditation refers to a state where your body and mind are consciously relaxed and focused. Practitioners of this art report increased awareness, focus, and concentration, as well as a more positive outlook in life.
Meditation is most commonly associated with monks, mystics and other spiritual disciplines. However, you don’t have to be a monk or mystic to enjoy its benefits. And you don’t even have to be in a special place to practice it. You could even try it in your own living room!
Although there are many different approaches to meditation, the fundamental principles remain the same. The most important among these principles is that of removing obstructive, negative, and wandering thoughts and fantasies, and calming the mind with a deep sense of focus. This clears the mind of debris and prepares it for a higher quality of activity.
The negative thoughts you have those of noisy neighbors, bossy officemates, that parking ticket you got, and unwanted spam are said to contribute to the ‘polluting’ of the mind, and shutting them out is allows for the ‘cleansing’ of the mind so that it may focus on deeper, more meaningful thoughts.
Some practitioners even shut out all sensory input no sights, no sounds, and nothing to touch and try to detach themselves from the commotion around them. You may now focus on a deep, profound thought if this is your goal. It may seem deafening at first, since we are all too accustomed to constantly hearing and seeing things, but as you continue this exercise you will find yourself becoming more aware of everything around you.
If you find the meditating positions you see on television threatening those with impossibly arched backs, and painful-looking contortions you need not worry. The principle here is to be in a comfortable position conducive to concentration. This may be while sitting cross-legged, standing, lying down, and even walking.
If the position allows you to relax and focus, then that would be a good starting point. While sitting or standing, the back should be straight, but not tense or tight. In other positions, the only no-no is slouching and falling asleep.
Loose, comfortable clothes help a lot in the process since tight fitting clothes have a tendency to choke you up and make you feel tense.
The place you perform meditation should have a soothing atmosphere. It may be in your living room, or bedroom, or any place that you feel comfortable in. You might want an exercise mat if you plan to take on the more challenging positions (if you feel more focused doing so, and if the contortionist in you is screaming for release). You may want to have the place arranged so that it is soothing to your senses.
Silence helps most people relax and meditate, so you may want a quiet, isolated area far from the ringing of the phone or the humming of the washing machine. Pleasing scents also help in that regard, so stocking up on aromatic candles isn’t such a bad idea either.
The monks you see on television making those monotonous sounds are actually performing their mantra. This, in simple terms, is a short creed, a simple sound which, for these practitioners, holds a mystic value.
You do not need to perform such; however, it would pay to note that focusing on repeated actions such as breathing, and humming help the practitioner enter a higher state of consciousness.
The principle here is focus. You could also try focusing on a certain object or thought, or even, while keeping your eyes open, focus on a single sight.
One sample routine would be to while in a meditative state silently name every part of you body and focusing your consciousness on that part. While doing this you should be aware of any tension on any part of your body. Mentally visualize releasing this tension. It works wonders.
There are also many meditation CDs on the market that have been scientifically proven to alter your brainwaves in such a way to help you achieve deep meditation. find out more about these here: Meditation CDs.
In all, meditation is a relatively risk-free practice and its benefits are well worth the effort (or non-effort remember we’re relaxing).
Studies have shown that meditation does bring about beneficial physiologic effects to the body. And there has been a growing consensus in the medical community to further study the effects of such. So start now in creating your health and well being…
start meditating now!
Maha Yoga Kundalini
Meditasi dan Kehidupan (1)
Jalan menuju Kebahagiaan bersama Maha Yoga Kundalini
Meditasi merupakan suatu aktifitas spiritual, dimana dalam bahasa kesehariannya, aktifitas ini dikenal dengan memulai “mengosongkan pikiran-zero mind condition”, melakukan sikap pertapaan (seperti duduk bersila, kedua tangan berpangku diatas lutut, memejamkan mata, dsb), hingga melakukan pengaturan napas. Meditasi juga dikatakan sebagai cara untuk mencapai pencerahan ilahi, kecerdasan spiritual, meningkatkan potensi supranatural, dan lain sebagainya.
Meditasi dengan definisi yang seperti diungkapkan diatas ada
benarnya, karena yang menjadi esensi dari meditasi adalah bagaimana kita
dapat mengaktifasi energy dalam diri kita dan memanfaatkannya. So,
pemanfaatan dari hasil meditasi pastilah beragam, dan cara kita untuk
mengaktifasi energy-nya pun beragam.Meditasi merupakan suatu aktifitas spiritual, dimana dalam bahasa kesehariannya, aktifitas ini dikenal dengan memulai “mengosongkan pikiran-zero mind condition”, melakukan sikap pertapaan (seperti duduk bersila, kedua tangan berpangku diatas lutut, memejamkan mata, dsb), hingga melakukan pengaturan napas. Meditasi juga dikatakan sebagai cara untuk mencapai pencerahan ilahi, kecerdasan spiritual, meningkatkan potensi supranatural, dan lain sebagainya.
Implementasi dari meditasi yang begitu beragam inilah yang menyebabkan manusia semakin mengenal istilah meditasi. Dalam Maha Yoga Kundalini sendiri, Meditasi merupakan jalan menuju kebahagiaan.
Meditasi Pranayama : Jalan menuju Sehat dan Bahagia
Kehidupan kita tidak bisa terlepas
dari pernafasan. Nafas adalah sumber vital kehidupan makhluk hidup, baik
manusia, hewan, maupun tumbuhan. Pada saat seorang bayi lahir di dunia,
pertama kali yang dilakukannya adalah bernafas. Pada saat seseorang
menemui detik terakhirnya, yang dilakukannya adalah menghembuskan nafas
terakhir. Pernafasan itu sendiri adalah pergerakan terus menerus
berganti-ganti antara penarikan dan penghembusan udara yang dilakukan
agar seseorang tetap bernafas untuk hidup. Pun demikian, pernafasan juga
berhubungan dengan vitalitas atau energi kita. Kebiasaan dan pola
bernafas kita mempengaruhi langsung tenaga kita: bisa meningkatkan
vitalitas kita sehingga kita penuh energi dan sehat, atau sebaliknya
bisa menurunkan vitalitas kita dan membuat lesu dan mudah sakit.
Paru-paru kita mempunyai kapasitas sekitar 6,000 cc, tetapi ketika bernafas normal kita hanya mempompa sekitar 600 cc udara setiap kali bernafas ke paru-paru kita. Dengan bernafas secara dalam, maka paru-paru akan lebih banyak mempompakan udara ke paru-paru kita. Pada saat kita bernafas biasa, kita bernafas sebanyak 15-18 kali per menit; sedangkan dengan tehnik bernafas dalam, maka kita hanya bernafas sebanyak 4 – 8 kali per menitnya.
Pranayama, mengajarkan pernafasan secara sadar yang dapat mengurangi pergolakan emosi, agar kita dapat bernafas lebih seimbang, tenang dan mendalam. Bernafas secara sadar bekerja langsung di pusat integrasi pikiran dan badan.. Ingatan adalah gerakan dari pernafasan, dan pernafasan adalah gerakan ingatan. Pola bernafas biasanya berhubungan erat dengan emosi dan keadaan pikiran kita. Misalnya, pada saat kita cemas, alangkah sulitnya bernafas dengan tenang dan dalam. Atau pada saat kita marah, nafas kita akan berat dan cepat. Pada saat kita tergesa-gesa, maka nafaspun akan cepat dan tersentak-sentak. Pada saat kita tenang, maka nafas akan dalam dan pelan. Melakukan pernafasan secara sadar akan membantu aliran gerakan dan menolong kita untuk memusatkan perhatian pada masa sekarang dan pada gerakan fisik yang harus dilakukan, sehingga melakukan pernafasan secara sadar akan membantu kita lebih fokus dan penuh konsentrasi.
Kata Pranayama berasal dari bahasa Sansekerta: prana = nafas, kekuatan hidup; dan ayama= perluasan, pengembangan, pengendalian. Jadi Pranayama artinya seni mengendalikan pernafasan atau pengembangan kekuatan hidup. Pranayama bisa berdiri sendiri, atau bisa juga digabung dengan gerakan semacam stretching atau asanas (gerakan dari postur yoga). Seni pernafasan memfokuskan pada peningkatan kapasitas paru-paru melalui pernafasan perut. Pada saat menarik nafas, perut bagian atas dan ruang tulang rusuk mengembang dan pada saat menghembuskan nafas, otot-otot perut bekerja, perut mengempis untuk membuat paru-paru kosong. Pernafasan perut ini adalah pernafasan alami seorang bayi sejak dia dilahirkan. Coba kita amati seorang bayi yang sedang tidur. Perutnya akan mengembang dan mengempis.
Nafas perut/pernafasan dalam menjadikan dasar seni pernafasan karena nafas perut akan memaksimalkan pasokan oksigen masuk ke paru-paru dan memaksimalkan udara kotor dan racun keluar terpompa dari paru-paru. Pada saat Anda bernafas secara dalam dan teratur, maka pernafasan Anda akan melambat dari 15 kali bernafas menjadi 4 kali bernafas dalam satu menit, sehingga denyut nadi dan jantung juga menurun. Hal ini akan menurunkan tekanan darah. Jadi bernafas dengan dalam sangat baik untuk menanggulangi stress yang berhubungan erat dengan masalah kesehatan kita. Semakin banyak oksigen yang dipasok setiap kali bernafas, menjadikan pernafasan lebih bermanfaat bagi kesehatan. Bernafas dalam menenangkan sistem syaraf sehingga pikiran akan lebih damai dan tenang dan bisa menanggulangi masalah insomnia.
Terdapat latihan Pranayama untuk menguatkan, untuk menenangkan badan, dan untuk meredakan pikiran Anda. Anda bisa berlatih Pranayama dipagi hari untuk menggairahkan kehidupan Anda, atau menenangkan Anda ketika Anda sedang kecewa dan marah; atau meredakan kesibukan di pikiran ketika Anda mengalami kesulitan tidur.
Di bawah ini ada beberapa macam latihan pernafasan:
1. Pernafasan Perut/Pernafasan Dalam: Gunanya memaksimalkan pasokan oksigen ke paru-paru dan membersihkan racun dari paru-paru bersama hembusan nafas, serta menenangkan.
Caranya: Untuk pemula, kedua belah tangan bisa diletakkan di atas perut, sambil duduk atau berbaring, rasakan perut mengembang seperti balon yang ditiup; dan ketika menghembuskan nafas, si balon mengempis. Rasakan gerakan perut dengan kedua belah tangan Anda. Pada saat Anda mengalami kesulitan untuk tidur, cobalah bernafas dengan dalam sambil berbaring di tempat tidur. Pada saat Anda menarik nafas, tariklah nafas dengan dalam dan teratur sampai perut mengembang dengan maksimal. Dan pada saat Anda menghembuskan nafas, hembuskanlah dengan pelan-pelan sampai perut mengempis. Pernafasan dalam ini bisa dilakukan setiap hari selama 10 menit. Bagi pemula, perbandingan tarik nafas dan buang nafas 5:5 (misal menarik nafas 5 detik dan menghembuskan nafas dalam hitungan 5 detik juga). Semakin teratur dan mahir, maka ketika menghembuskan nafas bisa lebih lama (dengan perbandingan 5:8). Ketika Anda melakukan teknik bernafas dalam ini, cobalah untuk menikmati dan mengikuti irama pernafasan Anda sambil tersenyum, maka Anda akan merasakan kedamaian dan ketenangan melalui bernafas serta melupakan kepenatan dan kejenuhan yang telah Anda lalui pada hari tersebut.
2. Nadi Shodhana: Anda dapat menenangkan pikiran Anda dengan nafas Nadi Shodhana yang artinya:’membersihkan saluran’. Nadi Sudhana ini akan membantu ketika Anda sedang gelisah dan banyak pikiran. Selain itu, Nadi Sudhona membuat belahan otak kanan dan kiri lebih seimbang serta melancarkan aliran energi dalam tubuh. Pada Nadi Shodana ini, akan menggunakan tangan kanan sebagai berikut: Gunakan ibu jari tangan kanan untuk menutup lubang hidung sebelah kanan dan jari manis untuk menutup lubang hidung sebelah kiri, jari telunjuk dan jari tengah diletakkan di antara alis (mata ke tiga). Sedangkan posisi jari kiri berada di pangkuan dengan telapak tangan menghadap ke atas, serta jari telunjuk bertemu dengan ibu jari, dan ketiga jari lainnya lurus diletakkan di paha kiri Anda.
Caranya: Duduk yang santai. Telapak tangan kiri Anda menghadap ke atas dan diletakkan di pangkuan paha kiri. Ujung jari telunjuk menyentuh ujung ibu jari. Tarik nafas pelan-pelan dan dalam, kemudian tutup lubang hidung kanan dengan ibu jari dan letakkan jari telunjuk dan jari tengah di antara ke dua alis Anda. Keluarkan nafas pelan-pelan melalui lubang hidung kiri. Kemudian tarik nafas dari lubang hidung kiri, kemudian tutup lubang hidung kiri dengan jari tengah dan telunjuk Anda, Keluarkan nafas dari lubang hidung kanan dengan pelan-pelan; dan kemudian secara pelan-pelan pula tarik nafas dari lubang hidung kanan. Tutup lubang hidung kanan dan keluarkan nafas melalui lubang hidung kiri. Tarik nafas dilakukan dalam hitungan 4 detik, sedangkan buang nafas dilakukan dalam hitungan 6 detik. Setelah mahir perbandingan bisa menjadi 4:8.
Lanjutkan pola ini dan bisa dilakukan selama 3 menit (untuk pemula) dan bisa dilanjutkan sampai 5 menit. Ketika melakukan teknik Nadi Shodana, lakukanlah dengan perlahan, tersenyum dan seakan Anda sedang menghirup aroma bunga melati atau lavender yang harumnya menenangkan pikiran Anda. Untuk memulai teknik ini, Anda membutuhkan bimbingan dari seorang yang bisa mengajarkan teknik pranayama dengan benar.
3. Pernafasan Ujayi: Kata Ujayi berasal dari: ud=memperluas, mengembangkan; dan Jayi= menaklukkan, menundukkan.Teknik pernafasan yang menenangkan ini bisa digunakan baik terpisah maupun terpadu dengan beberapa asanas (gerakan postur yoga). Teknik pernafasan ini meningkatkan kapasitas paru-paru sehingga lebih banyak oksigen yang diserap ke dalam aliran darah, tingkat energi, dan juga tingkat ketenangan serta kejernihan mental.
Caranya: Duduklah dengan santai. Tarik nafas sedikit lebih dalam daripada biasanya. Saat mengeluarkan nafas, kencangkan sedikit otot tenggorokan Anda sehingga seolah-olah Anda mengorok. Bagi yang kesulitan, bisa memulainya dengan mengeluarkan suara:”Haahhh!” pada saat menghembuskan nafas. Setelah itu melakukannya dengan mulut tertutup sehingga mengeluarkan suara seperti mengorok. Setelah terbiasa, lakukan prosedur yang sama pada saat menarik nafas. Tarik nafas dilakukan dalam hitungan 4 detik; dan buang nafas dalam hitungan 6 detik, istirahat (4:6). Ketika Anda sedang gelisah atau ingin marah, maka nafas Ujjayi ini merupakan pilihan yang tepat.(Catatan: Teknik ini termasuk rumit. Anda hanya belajar teknik ini dari seseorang yang bisa mengajarkannya dengan benar).
Latihan pernafasan/Pranayama akan membuat tubuh Anda lebih bugar dan perasaan menjadi lebih nyaman dan tenang. Bila Anda teratur melakukan Pranayama, selain pikiran lebih tenang, imunitas tubuh Anda akan meningkat sehingga jarang terkena flu atau masuk angin, maupun penyakit lainnya. Kadar hormon endorfinpun (hormon yang mengurangi rasanya nyeri dan memberi rasa nyaman) akan meningkat, sehingga Anda akan merasakan sangat nyaman dan damai, serta bahagia. Penelitian ilmiah di Columbia Presbytarian Medical Center di New York, setiap pasien yang akan mengalami operasi jantung ditawari untuk mengikuti program: pijat, yoga -termasuk pranayama, dan meditasi, dan relaksasi. Ternyata bagi para pasien yang mau mengikuti program tersebut,. resiko pendarahan pada saat dioperasi lebih kecil daripada yang tidak mengikutinya. Juga penyembuhan lebih cepat. (Time Jan. 20, 2003, hal. 43).
Untuk melakukan Pranayama dengan benar, Anda memerlukan seorang guru yang berpengalaman untuk mengajar Anda memulai latihan pernafasan tersebut. Dalam berlatih, Anda bisa melakukan antara 6 sampai 20 putaran (satu putaran artinya satu kali tarik nafas dan satu kali buang nafas). Bisa dilakukan sambil duduk atau sambil tiduran dalam posisi santai (atau posisi’ savasana’ dalam postur yoga), maupun beberapa gerakan lambat (asanas). Apabila terjadi ketidaknyamanan dalam berlatih pernafasan, segera latihan dihentikan.
Perhatian:
-Bagi yang pernah operasi jantung/otak/atau perut, untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mempraktikkan teknik seni bernafas ini.
-Untuk Anda yang mempunyai penyakit jantung dan hipertensi, hindarilah menarik nafas dalam-dalam.
-Untuk Anda yang memiliki tekanan darah rendah dan sedang depresi, hindarlah menghembuskan nafas dalam-dalam.
-Lakukanlah pernafasan sederhana saja apabila Anda sedang menderita epilepsi, migren, hipoglikemia, penyembuhan setelah operasi di perut, atau pemulihan penyakit lainnya.
Paru-paru kita mempunyai kapasitas sekitar 6,000 cc, tetapi ketika bernafas normal kita hanya mempompa sekitar 600 cc udara setiap kali bernafas ke paru-paru kita. Dengan bernafas secara dalam, maka paru-paru akan lebih banyak mempompakan udara ke paru-paru kita. Pada saat kita bernafas biasa, kita bernafas sebanyak 15-18 kali per menit; sedangkan dengan tehnik bernafas dalam, maka kita hanya bernafas sebanyak 4 – 8 kali per menitnya.
Pranayama, mengajarkan pernafasan secara sadar yang dapat mengurangi pergolakan emosi, agar kita dapat bernafas lebih seimbang, tenang dan mendalam. Bernafas secara sadar bekerja langsung di pusat integrasi pikiran dan badan.. Ingatan adalah gerakan dari pernafasan, dan pernafasan adalah gerakan ingatan. Pola bernafas biasanya berhubungan erat dengan emosi dan keadaan pikiran kita. Misalnya, pada saat kita cemas, alangkah sulitnya bernafas dengan tenang dan dalam. Atau pada saat kita marah, nafas kita akan berat dan cepat. Pada saat kita tergesa-gesa, maka nafaspun akan cepat dan tersentak-sentak. Pada saat kita tenang, maka nafas akan dalam dan pelan. Melakukan pernafasan secara sadar akan membantu aliran gerakan dan menolong kita untuk memusatkan perhatian pada masa sekarang dan pada gerakan fisik yang harus dilakukan, sehingga melakukan pernafasan secara sadar akan membantu kita lebih fokus dan penuh konsentrasi.
Kata Pranayama berasal dari bahasa Sansekerta: prana = nafas, kekuatan hidup; dan ayama= perluasan, pengembangan, pengendalian. Jadi Pranayama artinya seni mengendalikan pernafasan atau pengembangan kekuatan hidup. Pranayama bisa berdiri sendiri, atau bisa juga digabung dengan gerakan semacam stretching atau asanas (gerakan dari postur yoga). Seni pernafasan memfokuskan pada peningkatan kapasitas paru-paru melalui pernafasan perut. Pada saat menarik nafas, perut bagian atas dan ruang tulang rusuk mengembang dan pada saat menghembuskan nafas, otot-otot perut bekerja, perut mengempis untuk membuat paru-paru kosong. Pernafasan perut ini adalah pernafasan alami seorang bayi sejak dia dilahirkan. Coba kita amati seorang bayi yang sedang tidur. Perutnya akan mengembang dan mengempis.
Nafas perut/pernafasan dalam menjadikan dasar seni pernafasan karena nafas perut akan memaksimalkan pasokan oksigen masuk ke paru-paru dan memaksimalkan udara kotor dan racun keluar terpompa dari paru-paru. Pada saat Anda bernafas secara dalam dan teratur, maka pernafasan Anda akan melambat dari 15 kali bernafas menjadi 4 kali bernafas dalam satu menit, sehingga denyut nadi dan jantung juga menurun. Hal ini akan menurunkan tekanan darah. Jadi bernafas dengan dalam sangat baik untuk menanggulangi stress yang berhubungan erat dengan masalah kesehatan kita. Semakin banyak oksigen yang dipasok setiap kali bernafas, menjadikan pernafasan lebih bermanfaat bagi kesehatan. Bernafas dalam menenangkan sistem syaraf sehingga pikiran akan lebih damai dan tenang dan bisa menanggulangi masalah insomnia.
Terdapat latihan Pranayama untuk menguatkan, untuk menenangkan badan, dan untuk meredakan pikiran Anda. Anda bisa berlatih Pranayama dipagi hari untuk menggairahkan kehidupan Anda, atau menenangkan Anda ketika Anda sedang kecewa dan marah; atau meredakan kesibukan di pikiran ketika Anda mengalami kesulitan tidur.
Di bawah ini ada beberapa macam latihan pernafasan:
1. Pernafasan Perut/Pernafasan Dalam: Gunanya memaksimalkan pasokan oksigen ke paru-paru dan membersihkan racun dari paru-paru bersama hembusan nafas, serta menenangkan.
Caranya: Untuk pemula, kedua belah tangan bisa diletakkan di atas perut, sambil duduk atau berbaring, rasakan perut mengembang seperti balon yang ditiup; dan ketika menghembuskan nafas, si balon mengempis. Rasakan gerakan perut dengan kedua belah tangan Anda. Pada saat Anda mengalami kesulitan untuk tidur, cobalah bernafas dengan dalam sambil berbaring di tempat tidur. Pada saat Anda menarik nafas, tariklah nafas dengan dalam dan teratur sampai perut mengembang dengan maksimal. Dan pada saat Anda menghembuskan nafas, hembuskanlah dengan pelan-pelan sampai perut mengempis. Pernafasan dalam ini bisa dilakukan setiap hari selama 10 menit. Bagi pemula, perbandingan tarik nafas dan buang nafas 5:5 (misal menarik nafas 5 detik dan menghembuskan nafas dalam hitungan 5 detik juga). Semakin teratur dan mahir, maka ketika menghembuskan nafas bisa lebih lama (dengan perbandingan 5:8). Ketika Anda melakukan teknik bernafas dalam ini, cobalah untuk menikmati dan mengikuti irama pernafasan Anda sambil tersenyum, maka Anda akan merasakan kedamaian dan ketenangan melalui bernafas serta melupakan kepenatan dan kejenuhan yang telah Anda lalui pada hari tersebut.
2. Nadi Shodhana: Anda dapat menenangkan pikiran Anda dengan nafas Nadi Shodhana yang artinya:’membersihkan saluran’. Nadi Sudhana ini akan membantu ketika Anda sedang gelisah dan banyak pikiran. Selain itu, Nadi Sudhona membuat belahan otak kanan dan kiri lebih seimbang serta melancarkan aliran energi dalam tubuh. Pada Nadi Shodana ini, akan menggunakan tangan kanan sebagai berikut: Gunakan ibu jari tangan kanan untuk menutup lubang hidung sebelah kanan dan jari manis untuk menutup lubang hidung sebelah kiri, jari telunjuk dan jari tengah diletakkan di antara alis (mata ke tiga). Sedangkan posisi jari kiri berada di pangkuan dengan telapak tangan menghadap ke atas, serta jari telunjuk bertemu dengan ibu jari, dan ketiga jari lainnya lurus diletakkan di paha kiri Anda.
Caranya: Duduk yang santai. Telapak tangan kiri Anda menghadap ke atas dan diletakkan di pangkuan paha kiri. Ujung jari telunjuk menyentuh ujung ibu jari. Tarik nafas pelan-pelan dan dalam, kemudian tutup lubang hidung kanan dengan ibu jari dan letakkan jari telunjuk dan jari tengah di antara ke dua alis Anda. Keluarkan nafas pelan-pelan melalui lubang hidung kiri. Kemudian tarik nafas dari lubang hidung kiri, kemudian tutup lubang hidung kiri dengan jari tengah dan telunjuk Anda, Keluarkan nafas dari lubang hidung kanan dengan pelan-pelan; dan kemudian secara pelan-pelan pula tarik nafas dari lubang hidung kanan. Tutup lubang hidung kanan dan keluarkan nafas melalui lubang hidung kiri. Tarik nafas dilakukan dalam hitungan 4 detik, sedangkan buang nafas dilakukan dalam hitungan 6 detik. Setelah mahir perbandingan bisa menjadi 4:8.
Lanjutkan pola ini dan bisa dilakukan selama 3 menit (untuk pemula) dan bisa dilanjutkan sampai 5 menit. Ketika melakukan teknik Nadi Shodana, lakukanlah dengan perlahan, tersenyum dan seakan Anda sedang menghirup aroma bunga melati atau lavender yang harumnya menenangkan pikiran Anda. Untuk memulai teknik ini, Anda membutuhkan bimbingan dari seorang yang bisa mengajarkan teknik pranayama dengan benar.
3. Pernafasan Ujayi: Kata Ujayi berasal dari: ud=memperluas, mengembangkan; dan Jayi= menaklukkan, menundukkan.Teknik pernafasan yang menenangkan ini bisa digunakan baik terpisah maupun terpadu dengan beberapa asanas (gerakan postur yoga). Teknik pernafasan ini meningkatkan kapasitas paru-paru sehingga lebih banyak oksigen yang diserap ke dalam aliran darah, tingkat energi, dan juga tingkat ketenangan serta kejernihan mental.
Caranya: Duduklah dengan santai. Tarik nafas sedikit lebih dalam daripada biasanya. Saat mengeluarkan nafas, kencangkan sedikit otot tenggorokan Anda sehingga seolah-olah Anda mengorok. Bagi yang kesulitan, bisa memulainya dengan mengeluarkan suara:”Haahhh!” pada saat menghembuskan nafas. Setelah itu melakukannya dengan mulut tertutup sehingga mengeluarkan suara seperti mengorok. Setelah terbiasa, lakukan prosedur yang sama pada saat menarik nafas. Tarik nafas dilakukan dalam hitungan 4 detik; dan buang nafas dalam hitungan 6 detik, istirahat (4:6). Ketika Anda sedang gelisah atau ingin marah, maka nafas Ujjayi ini merupakan pilihan yang tepat.(Catatan: Teknik ini termasuk rumit. Anda hanya belajar teknik ini dari seseorang yang bisa mengajarkannya dengan benar).
Latihan pernafasan/Pranayama akan membuat tubuh Anda lebih bugar dan perasaan menjadi lebih nyaman dan tenang. Bila Anda teratur melakukan Pranayama, selain pikiran lebih tenang, imunitas tubuh Anda akan meningkat sehingga jarang terkena flu atau masuk angin, maupun penyakit lainnya. Kadar hormon endorfinpun (hormon yang mengurangi rasanya nyeri dan memberi rasa nyaman) akan meningkat, sehingga Anda akan merasakan sangat nyaman dan damai, serta bahagia. Penelitian ilmiah di Columbia Presbytarian Medical Center di New York, setiap pasien yang akan mengalami operasi jantung ditawari untuk mengikuti program: pijat, yoga -termasuk pranayama, dan meditasi, dan relaksasi. Ternyata bagi para pasien yang mau mengikuti program tersebut,. resiko pendarahan pada saat dioperasi lebih kecil daripada yang tidak mengikutinya. Juga penyembuhan lebih cepat. (Time Jan. 20, 2003, hal. 43).
Untuk melakukan Pranayama dengan benar, Anda memerlukan seorang guru yang berpengalaman untuk mengajar Anda memulai latihan pernafasan tersebut. Dalam berlatih, Anda bisa melakukan antara 6 sampai 20 putaran (satu putaran artinya satu kali tarik nafas dan satu kali buang nafas). Bisa dilakukan sambil duduk atau sambil tiduran dalam posisi santai (atau posisi’ savasana’ dalam postur yoga), maupun beberapa gerakan lambat (asanas). Apabila terjadi ketidaknyamanan dalam berlatih pernafasan, segera latihan dihentikan.
Perhatian:
-Bagi yang pernah operasi jantung/otak/atau perut, untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mempraktikkan teknik seni bernafas ini.
-Untuk Anda yang mempunyai penyakit jantung dan hipertensi, hindarilah menarik nafas dalam-dalam.
-Untuk Anda yang memiliki tekanan darah rendah dan sedang depresi, hindarlah menghembuskan nafas dalam-dalam.
-Lakukanlah pernafasan sederhana saja apabila Anda sedang menderita epilepsi, migren, hipoglikemia, penyembuhan setelah operasi di perut, atau pemulihan penyakit lainnya.
Cosmic and kesadaran cinta kasih
Niat dan tekad yang kuat akan semakin kuat bila terus latihan untuk meningkatkan vibrasi dan frekwensi Cahaya dengan cara, meditasi kosmik (naik ke alam kosmik). Karena Niat dan kehendak adalah kekuatan yang sangat mendasar pada mahkluk manusia. Agar mahkluk manusia dapat berkembang menjadi mahluk multi talenta.
Dengan seringnya kita naik ke kosmik, maka pilar-pilar Cahaya dari portal-portal kosmik akan menata ulang struktur genetik yang sudah amburadul.
Inilah moment penting saat ini, bagi semua mahkluk manusia yang memiliki niat dan tekad untuk berkembang menjadi mahkluk yang cerdas dan multi talenta. Pintu terbuka bagi siapa yang menghendakinya. Monggooo.
Fokus pada apa yang terbaik yang kita kehendaki pada diri kita. Bila satu orang berkembang ke arah kesadaran yang lebih tinggi maka pancaran energi kesadarannya akan mempengaruhi entitas hidup yang lain untuk sama-sama berkembang. Kearah kesadaran yang lebih tinggi dan penuh kebijaksanan dari dalam diri masing-masing, agar mudah mengerti arti keberadaan yang lain di sekelilingnya.
Tercipta kebebasan dan kedamaian yang masing-masing diri memancarkannya dari dalam, tidak lagi mencari keluar dan bingung harus bagaimana?
Saatnya di Masa ini Semua merasakan perubahan, disebabkan satu saja orang yang memiliki lantas memancarkan energi kesadaran yang penuh Cinta Kasih dari dirinya.
Apalagi kalau 30 orang di group ini, berniat, bertekad dan bisa dan mau, dan mampu dan tulus dan memberi apa yang sudah dia miliki sejak awalnya; yaitu RAHMAN RAHIM, CINTA KASIH dalam dirinya. Semua akan berubah !!!!! Damai, bekerja sama, memberi peluang satu sama lain, tolong menolong, menciptakan karya bersama kehidupan ini, tanpa adanya rasa ‘ tidak kebagian’ tapi kita merasa lebih dan berkelimpahan.
Lakukan dan lakukan !! Bertindaklah dalam koridor rasa berkelimpahan dan berani kaya, berani menciptakan peluang, berbagi peluang, berani bekerja sama, berani sukses, berani Hidup.
Kita selalu bersama, yang penting Niat, tekad bahwa ‘Saya adalah sumber perubahan’ dan ‘Saya ikut serta dalam perubahan kearah berkelimpahan ini, di sini, saat ini, di bumi ini’. ‘Saya tercerahkan, dan saya sehat, kuat dan utuh dalam transisi perubahan yang datang untuk kesadaran ke arah kebijaksanaan, berkecukupan sandang, pangan dan papan, tanpa saya harus bersusah payah mencarinya’.
Tidak ada lagi yang berebut karena kesadaran yang bekerja untuk saling berbagi peluang berdasarkan bidang dan kemampuannya.
Tidak ada lagi yang saling ingin menguasai dan memiliki, yang ada hanya menikmati dan melayani kehidupan dengan adil dan bijaksana, untuk jasmani maupun rohani.
Dan jadilah semua itu. Dan bahagialah semua umat manusia, mahkluk hidup dan alam semesta kembali seimbang dan selaras.
Dan inilah terapan hidup yang semestinya dilakukan mahkluk manusia di Bumi. Namun kita lupa dan sekarang diINGATkan kembali. Dari awal memiliki kesadaran lalu mengalami ketidaksadaran, dan kembali pada kesadaran.
Dulu menjalankan hidup berdasarkan hukum sebab akibat, lalu manusia mengalami perubahan dengan mencapai tujuan menghalakan segala cara tanpa ingat hukum sebab akibat. Sekarang dikembalikan lagi untuk mengingat hukum sebab akibat.
Saat ini kita semua menuai apa yang kita tanam. Dan saat ini juga diberi kesempatan menanam bibit yang baru yaitu nilai-nilai Kebajikan.
Siapa yang menghendaki benih baru itu? Maka portal kosmik menebarkannya dan ambillah serta tebarkan untuk kehidupan kita saat ini.
Naik ke kosmik jadilah pipa saluran yang bersih dan sehat jiwa raga. Untuk kita semuaa ({}) ({}) ({}) ({}) ({}) ({})
Be your self ! and just do it now
Oleh: SKTP
Belajar dan belajar, sesungguhnya kita bukan belajar sesuatu hal yang baru, tapi kita belajar untuk kembali ‘MENGINGAT’ apa yang sudah ada dan apa yang sudah kita ketahui sebelumnya. Dan semua itu ada dalam memori otak dan sel-sel tubuh kita terdapat tentang apa, dan bagaimana dan siapa diri kita yang sebenarnya.
Maka di Bumi ini jika ada yang memberitahu, tugas orang tersebut adalah mengingatkan kembali hal itu. Jadi tidak ada guru dan murid, yang ada hanya saling mengingatkan.
Maha Guru ada di dalam diri kita masing-masing. Agar kita tidak tersesat dalam berpikir, mengagungkan manusia lain, sementara diri sendiri kita lupakan.
Jika kita seperti itu, maka sejarah lama akan terulang, yaitu mentuhankan manusia, dan memanusiakan Tuhan dan terus berada di alam ketidaktahuan, sehingga Akal Sehat, Hati Nurani dan kehendak bebas diri pribadi sebagai entitas jiwa yang bersifat Pribadi dikorbankan.
Kita hanya meniru berpikir, tanpa ada keberanian berbuat atas nama diri pribadi. Meniru,,, meniru dan meniru tanpa menambahkan adalah kesesatan pikiran. Yang akan membawa kita kealam kebodohan.
JADILAH DIRI SENDIRI !! Karena benar atau salah dalam langkah itu adalah pengalaman Sang Hidup itu bersama jiwa kita.
Dan masing-masing akan bertanggung jawab atas perbuatannya. Tidak ada hukuman dan siksaan. Yang ada hanya pengalaman hidup yg belum sempurna bersama jiwa dan raga selagi kita ada di dunia ini.
Sempurnakan dan lakoni hidup ini dari salah tahu yang benar, dari buruk tahu yang baik, dari ketidaksadaran menjadi kesadaran. Karena semuanya adalah lakon yang harus dijalani dalam kehidupan di alam ketidakkekalan.
Berani Hidup bukan Takut Mati. Maka untuk itu manusia harus mengingat kematian untuk berani hidup.
BE YOUR SELF !!! AND JUST DO IT NOW !
Archive for the ‘Science & Spiritual Nusantara’ Category
Seluruhnya terkoneksitas dengan cahaya kosmik, maka perubahan yang sangat mendasar pada manusia, unsur elemen, dan semua mahkluk di bumi mulai diproses karena alat-alatnya sudah terpasang semua. Jadi frekwensi dan informasi matrik alam semesta ‘On’.
Setiap saat Energi keatif bekerja pada semua entitas fisik dan non fisik yang merupakan Satu kesatuan Tali Hidup ditingkat kosmik. Energi daya kreatif Mulai dibenahi krn spare partnya sudah tersedia. Alam semesta adalah Tekhnologi Hidup.
Naik meditasi kosmik, frekwensi Cahaya bisa diakses dengan Cahaya. Niat terhubung.
Kalau terus bertanya mesti ngapain dan mau diapain, kita hanya sebutir Debu di angkasa ini, maka dengan kerendahan hati kita mengakui Sang Gusti Maha Segalanya.
Kalau mau bertanya terus, pergi ke sumber pertanyaan, tapi lepaskan raga, berada di alam badan Rohani. Maka semua jelas.
Apapun Raga harus mengalami segala hal, agar jiwa mengalami Alam yang sesungguhnya pada saat ada raga ini.
Kalau tanya terus mesti ngapain, harus bagaimana, jawabannya ada dalam diri sendiri.
Saya aja capek, apalagi pembimbing=))
Kalau udah dikasih tahu tanya terus mesti apa, mau diapain, maka pikiranlah yang terus aktif dan pasti akibatnya ketakutan kekhawatiran mengambil alih rasa.
Jadi kalau tanya mau diapain, pergi dan jadilah badan rohani, asyiik juga he he he, maka latih terus diri raga untuk naik. Untuk kenal alam jiwa dan sukma di tingkat kosmik.
Tidak ada yang lebih asyyik selain jadi manusia apapun peranannya. Pahami dan hayati ini.
Manusia sudah lama hanya membaca pikirannya saja, seolah pikiran adalah panglima dalam dia mengusahakan kehidupan di alam dunia ini. Pada saat diberi bukti-bukti nyata, dan mujizat-mujizat maka mereka berpaling dan mengatakan, bahwa manusia yang bisa mengadakan mujizat adalah orang sakti, lalu berduyun-duyun mereka menghampiri nya.
Padahal jika mendengar suara hati dan merasakan alam jiwa dengan akal Budhi kemanusiaan maka manusia itu sadar bahwa ‘tidak ada yang lebih sakti dari HIDUP dan kehidupan kita sendiri’.
Kita belajar banyak dari kehidupan ini, dan Sang Gusti Yang Maha Agung Mengawasi CiptaanNYA.
Akan banyak orang yang akan menjawab pada saat kita bertanya ‘Saya harus berbuat apa?’. Mereka akan menjawab, ikut kami dan kami tahu kamu harus berbuat apa dan harus diapakan’.
Maka kita ikut dalam kebingungan karena ketidaktahuan.
Di situlah kita sebenarnya sudah memberikan hak kita, dan kita tidak lagi memiliki kehendak bebas, serta kesadaran.
Inilah perjalanan kita semua dulu. Tapi sekarang kita sudah kembali ke dalam diri kita, apakah kita tidak percaya dengan diri kita sendiri? Yang di dalamnya ada janji Primordial “Aku tiupkan RohKU”. Dan “Aku ciptakan manusia menurut rupaKU dan suatu saat kita akan kembali ke pada NYA”.
Langganan:
Postingan (Atom)